10 TAHUN BARU TERSADAR, TERNYATA INI PENYEBAB SAYA JATUH MISKIN!

Sudah sepuluh tahun saya bekerja di perusahaan yang memaksa saya untuk selalu memakan uang hasil transaksi riba. Gaji saya sangat besar karena jabatan saya pun juga tinggi, selama sepuluh tahun itu saya selalu hidup mewah. Saya tak peduli dengan penghasilan saya selama bertahun-tahun ini, saya sempat menentang Allah bahwa riba akan membuat seseorang menjadi miskin itu hanya omong kosong. Buktinya saya sudah bertahun-tahun makan uang riba malah tambah kaya? Kehidupan saya semakin mewah? Anak isteri saya semakin bergaya dan dipandang tinggi oleh orang lain.

Setiap perayaan Idul Adha saya rutin mengkurbankan satu ekor sapi, karena saya pikir dengan saya berkurban dan memberi makan orang lain disekitar saya Allah SWT akan membuat saya semakin Berjaya. Tapi sayangnya, saya tak sadar bahwa uang untuk membeli seekor sapi adalah uang haram, uang sedekah yang saya bagi-bagikan ke Masjid dan orang-orang yang membutuhkan adalah uang riba. Saya lupa, bahwa Allah SWT tidak akan menerima sedekah atau bentuk kebaikan dari harta haram.

Karena selama bertahun-tahun Allah tidak pernah menegur saya, malah membuat saya semakin kaya akhirnya saya semakin lupa bahwa uang riba itu haram. Saya umbar uang haram saya kesana-kemari, dengan bangganya saya mengadakan santunan anak yatim dengan uang haram, dengan senangnya saya memberi nafkah kepada keluarga saya dengan uang haram. Tak peduli makan makanan yang dibeli dengan uang haram, yang penting saya dan keluarga hidup bahagia dengan tetap rajin bersedekah.

Setelah sepuluh tahun Allah SWT memanjakan saya dengan harta riba, akhirnya Allah mulai murka dengan saya. Perusahaan saya mengalami kerugian yang sangat luar biasa sehingga terjadi krisis ekonomi yang mengakibatkan karyawan saya terlambat menerima gaji. Hutang perusahaan yang sangat besar membuat saya pusing, karena pendapatan tahun ini lebih kecil daripada pengeluaran. Mereka tetap menuntut gaji dan bonus yang seharusnya mereka dapatkan bulan itu. Karena saya merasa kaya, akhirnya saya mengambil uang pribadi untuk membayar karyawan saya. Tak terasa saya sampai rela menjual asset pribadi hanya untuk membayar sebagian hutang perusahaan dan gaji para karyawan saya.

Setelah saya menggaji semua karyawan saya, mereka mulai menunjukkan sikap tak loyal kepada saya dan perusahaan. Sebagian mereka banyak yang mengundurkan diri sebagai karyawan saya, karena mereka tahu bahwa perusahaan ini sedang krisis dan berada diambang kehancuran.

Ujian demi ujian datang kepada saya, anak bungsu saya tiba-tiba mengalami kecelakaan tepat dihari itu. Ia menabrak seorang pengendara motor hingga meninggal dunia. Akhirnya saya berurusan dengan pihak kepolisian yang menyebabkan saya harus menanggung denda dan pembiayaan terhadap anak saya dan korban. Asset saya perlahan musnah dengan sangat cepat. Saya hanya memiliki satu asset yakni rumah saya yang kini saya tempati dengan keluarga saya. Cicilan kebutuhan isteri saya seperti perhiasan semakin nunggak, sehingga bunga  cicilannya juga semakin besar. Jika tidak segera dilunasi maka isteri saya akan tersandung kasus hukum.

Tanpa pikir panjang, saya mulai berniat untuk menjual rumah untuk menutupi seluruh hutang-hutang saya dan keluarga. Yang ada dipikiran saya waktu itu adalah sebaiknya jual rumah dulu dan lunasi seluruh hutang dan kami tinggal bersama ibu untuk sementara.

Pertengkaran keluarga semakin bergejolak, ocehan isteri saya membuat saya semakin pusing. Perusahaan saya bangkrut, tidak ada yang peduli dengan keterpurukan saya. Bahkan ibu saya malah menyalahkan saya karena saya menjual satu-satunya asset kekayaan saya.

Akhirnya, saya memutuskan untuk sholat tahajjud memohon jalan kepada Allah. Saya bertaubat, menangis dengan hati yang sangat malu dan hina. Hampir satu minggu saya mengemis kepada Allah agar dibebaskan dari ujian dan cobaan ini. Saya mencoba sabar dan menerima ujian Allah yang sangat menyakitkan ini karena saya sadar bahwa pelaku riba seperti saya pasti akan dilaknat oleh Allah SWT di dunia dan di akhirat.

 

DE PRIMA BONDOWOSO, HUNIAN ISLAMI PERTAMA, TERBESAR DAN TERLENGKAP DI BONDOWOSO

Email : deprimabondowoso@gmail.com
Instagram : @deprimabondowoso
Facebook : @HunianIslamiBondowoso