Jangan Sekali-Sekali Terlibat dengan Riba

Jangan Sekali-Sekali Terlibat Dengan Riba

 

Karena Rasullulah SAW bersabda :
“Allah melaknat orang yang memakan riba, yang memberi makan dengannya, kedua saksinya, dan penulisnya, lalu beliau bersabda, “mereka semua itu adalah sama””. (HR. MUSLIM)
Hadits shahih secara tegas menjadi hujjah atas siapa saja yang membantu para pemakan riba.
Rasulullah SAW menjadikan laknat semua pihak yang terlibat, dan beliau beritahukan bahwa mereka itu adalah sama.

Jejaring Riba

Selain memahami dosa dan hukuman akibat terlibat dengan riba, setiap  muslim harus mengerti  dampak dari riba itu sendiri. Kata Riba sendiri adalah sebentuk psikosis sosial, suatu penyakit jiwa yang menjangkiti kehidupan, yang muncul dalam berbagai fenomena sehari-hari.

Hari ini angota masyakarat umumnya hidup gelisah, khawatir dengan masa depan, tidak berani menghadapi hidup, menjadi kikir dan bakhil serta enggan bersedekah, egois dan tidak peduli dengan orang lain, bahkan saling membunuh atau membunuh dirinya sendiri. Namun, justru karena itu pulalah, industri riba – asuransi, aneka bentuk kredit perbankan maupun nonperbankan, jaminan tunjangan hari tua dan pensiun, semakin merajalela. 

Solusi untuk keluar dari jeratan Riba:

1. Membaca Al-Quran sebagai solusi keluar dari jerat riba.

2. Solusi Al-Quran berupa Skill dan yang terutama adalah mentalitas.

3. Mentalitas yang perlu diperbaiki adalah: beriman kepada yang ghaib dan hari akhirat. Hidup berjamaah mulai dari sholat sampai berekonomi. Mengeluarkan uang daripada menimbun (infak)

4. Taubat dengan mengakui bahwa berhutang dengan unsur riba di dalamnya merupakan perilaku dosa besar. Harus segera melunasi dan setidaknya bertekad untuk tidak memperparah bunganya. Harus memperbanyak meminta ampun dengan tulus ikhlas. Seringlah beristigfar untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Istigfar merupakan salah satu cara untuk membuka pintu rezeki dan pembuka jalan agar terbebas dari hutang

5. Jual semua barang berharga hasil riba untuk melunasi hutang riba tersebut: Ada seorang sobat muslim yang punya pengalaman setelah melunasi hutang riba dan kartu kredit dengan menjual semua harta benda yang dimilikinya. Tidak lama kemudian dia mendapat panggilan untuk bekerja di luar negeri. Kehidupannya lantas menjadi lebih baik dari sebelumnya, terutama secara ekonomi.