KISAH INSPIRATIF PELAKU RIBA: KETIKA ALLAH MASIH MENYAYANGIKU..

Saya adalah gembong riba, saya sangat bangga bekerja di tempat pinjam meminjam uang. Apalagi jabatan saya adalah koordinator pemasaran, nasabah dengan mudah saya dapatkan. Masalah gaji tidak perlu diragukan lagi. Berkat pekerjaan  ini, saya mampu membeli rumah seharga milyaran rupiah, mobil berkelas, dan barang mewah lainnya. Saya pikir, inilah jalan saya, ini rejeki saya, sampai-sampai saya tak menyadari bahwa semua harta saya banyak mengandung riba.

Sebenarnya sudah banyak keluarga dan kerabat yang menasehati saya, mengingatkan bahwa pekerjaan saya ini adalah pekerjaan yang mengandung dosa besar yakni riba. Tapi, saya tak menghiraukan. Buktinya walaupun saya makan uang haram tetap kaya, malah tambah kaya.

Namun, suatu hari saya membaca artikel tentang riba. Saya membayangkan isi artikel itu, betapa sengsaranya kehidupan oaring-orang para pelaku riba. sebagian besar dari mereka hanya kaya diawal, lalu miskin dibelakang. Saya sampai terbawa perasaan, betapa susahnya korban riba tersebut. Allah tidak hanya menghukum dia, tapi juga anak isterinya semua merasakan kesusahan.

Dan yang membuat tubuh saya lebih bergetar adalah ketika artikel tersebut menyebutkan pelaku riba akan diperangi allah dan rasulnya, pelaku riba sama dengan berzina sebanyak 36 kali, dosa pelaku riba paling ringan sama halnya berzina dengan ibu kandung sendiri, allah akan melaknat pelaku riba di dunia dan di akhirat, dan jika seorang pelaku riba telah mengetahui dosanya namun ia masih tetap melakukan riba maka ancamannya adalah kekal di neraka.

Dari situlah hati saya mulai tergerak, pikiran saya mulai berkata “kayaknya saya harus tobat nih, saya harus berhenti jadi gembong riba”. Walaupun dipikiran saya sempat terlintas, “tapi kalau saya resign dari kantor, keluarga saya mau makan apa?”. Tapi itu semua tak saya hiraukan karena saya ingat bahwa umur manusia tak ada yang mengetahui selain Allah SWT.              Kalau saya tidak taubat sekarang, lalu kapan lagi? Saya juga tidak ingin terus menerus memberi makan keluarga saya dengan uang haram.

Saya sangat bersyukur karena Allah SWT masih menyayangi saya, allah masih ingin saya bertaubat dan kembali ke jalan yang benar. Semoga bermanfaat.

 

 

 

 

DE PRIMA BONDOWOSO, HUNIAN ISLAMI PERTMA, TERBESAR DAN TERLENGKAP DI BONDOWOSO

Email : deprimabondowoso@gmail.com
Instagram : @deprimabondowoso
Facebook : @HunianIslamiBondowoso